“Jangan lupa kalau milik suamiku itu besar, panjang, dan tentunya lebih besar daripada milik mantan suami kamu duklu. Lagi pula, kamu juga senang ‘kan dipuaskan oleh suamiku?”Aurin merasa tertampar dengan pernyataan Dea barusan. Meski jawabannya ‘iya’, tapi ia melakukan itu demi kesepakatan.Kesepakatan ya g terjalin antara mereka pun hanya sebatas sampai Aurin hamil, tidak serta mertua melayani lagi seperti ini.Akhirnya, Aurin setuju. Ia bertanya lagi pada Dea sebelum wanita itu pergi. “Tapi, sudah dipastikan Nyonya Besar tidak akan tahu, pun dengan Tuan, ‘kan?”“Aman!” sahut Dea ringan. “Aku akan mematikan CCTV-nya.”Setelah Aurin terpaksa setuju, Dea tersenyum senang. Ia lega, setidaknya ia tidak perlu mengkhawatirkan kondisinya sendiri yang memang belum benar-benar pulih. Sementara di kamar, Aurin menjaga dirinya agar tetap terjaga. Setiap detik, ia habiskan waktunya untuk membaca artikel di ponselnya. Dia mencar
Read more