“Mau ikut bergabung dan melihat kebucinan kami, Dok?” Ken mencebik. Rasa kesalnya tak sedikit pun berkurang, justru makin memuncak mendengar ucapan itu. Akhirnya ia hanya memutar badan dan membiarkan dua sejoli itu bermanja-manja. Meski merasa muak, Ken sadar ia tak punya pilihan lain. Lagipula, Aurin tampak benar-benar bahagia.Ken berbalik langkah hendak pergi, namun kakinya terhenti seketika. Ia terkejut melihat Meisya, ibunya, dan Kylie—kakaknya—berjalan mendekat sambil membawa tikar lebar serta teko berisi jus yang masih mengepulkan aroma segar.“Mama, Kylie, mau apa kalian membawa barang-barang ini?” Ken tercengang. Sejak tadi, ia mengira ibu dan kakaknya berpihak padanya, ingin membatasi hubungan Rayden dan Aurin. Nyatanya, mereka justru berjalan mendekati tenda dengan wajah santai, seolah hendak ikut serta bersantai. “Menantu Mama berniat mengadakan piknik dan barbeque, dan Mama diundang. Jadi, tak ada salahnya Mama
Read more