“Dok, ini tidak akan gagal, ‘kan?” tanya Rayden dengan suara yang sedikit bergetar, berusaha menahan kegelisahan yang membuncah di dadanya.“Tidak akan, Tuan. Kami sudah memiliki pengalaman yang cukup, dan Nyonya Wisesa ditangani oleh tim medis terbaik di rumah sakit ini,” jawab dokter itu tenang dan meyakinkan.“Bagus … baguslah kalau begitu.” Rayden mengangguk berulang kali, lalu kembali bertanya dengan nada cemas yang tak bisa disembunyikan, “Kalau begitu, apakah perut istri saya akan dibelah seluruhnya?”“Ehm?” Dokter itu terdiam sejenak, tampak sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu. “Dibelah?”“Iya … operasi caesar kan memang dilakukan dengan cara membelah perutnya?” tanya Rayden lagi, polos dan penuh kekhawatiran. “Ada yang salah?”Pria yang selama ini dikenal gagah, berwibawa, dan tegas di hadapan siapa pun itu, kini terlihat begitu kaku dan terkesan konyol. Rasa takut dan khawatir yang mendalam telah melucuti segala kesombongannya, membuatnya bertanya hal-hal yang sebenar
더 보기