“Reinhard, Reynand, dan Reynora. Bagaimana menurutmu?” tanya Aurin meminta pendapat.Selama kehamilan, ia memang merahasiakan nama anak-anaknya yang telah lama dipikirkan matang-matang di dalam kepala, dan tak sekalipun membahas hal ini dengan siapa pun, termasuk suaminya.Rayden tampak tercengang mendengar rentetan nama yang baru saja diucapkan Aurin. Ia mengangguk setuju, meskipun ada satu hal kecil yang masih terasa sedikit mengganjal di hatinya. “Boleh, nama-nama yang sangat indah,” ujar Rayden tulus, lalu menjeda kalimatnya sejenak sembari menatap lekat manik mata sang istri. “Tapi, kenapa harus awalan ‘R’? Bukan awalan ‘K’ ... seperti namamu?”“Karena aku suka,” jawab Aurin singkat dengan senyum tipis yang sarat misteri, sengaja tak ingin memperpanjang alasan di balik keputusannya.“Ya ampun. Tanpa itu, mereka juga akan selalu ingat kalau mereka memiliki Daddy yang hebat. Tapi, setidaknya harus ada namamu juga di sana,” sahut Rayden dengan suara serak menahan haru.Pria itu seg
더 보기