Tiana menjerit ketika suara Viktor menyapanya begitu keluar dari bar. Pria itu berdiri tak jauh di samping pintu masuk bar, dengan kedua lengan terlipat di dada. “Ya ampun, jangan mengagetkanku, Viktor,” dengus Tiana, “aku hanya mengulik informasi dari dua orang saja.” “Tumben. Dulu, kamu bisa menarik perhatian banyak pria untuk mencari info, kan?” kata Viktor dengan nada meledek. “Aku tidak mau ambil risiko bicara dengan orang yang mabuk berat. Dan tadi, hanya dua pria itu yang tampak waras, jadi aku hanya dekati mereka,” cerita Tiana, yang kini balas menatap Viktor dengan ekspresi mengejek. Dia bertanya, “Aku sudah mendapat informasi tentang cara masuk ke jaringan Kupu Malam yang disediakan oleh manajemen hotel. Kamu sendiri, sudah dapat apa?” Viktor menjawab sambil lanjut melangkah pergi, “Aku juga dapat informasi. Tapi, bukan dari yang kita cari. Aku justru mendapat informasi baru.” Tiana yang mengekor di belakang Viktor menengok penasaran, “Tentang apa?” “Tentang pen
Zuletzt aktualisiert : 2026-04-26 Mehr lesen