“Dasar pengganggu!” bentak salah satu pria yang membanting tubuh Viktor ke lantai, “padahal tinggal sebentar lagi, kami bisa dapat bayaran.” Viktor dengan cepat bangkit, memegangi tulang rusuknya yang terasa sedikit nyeri. Dia terkekeh, “Ya ampun, tukang pukulnya Julias semelarat itu, ya? Tak bisa cari uang sendiri?” “Keparat!” Satu pukulan melayang ke arah Viktor, tapi dia dengan mudah menghindar. Meski begitu, bukan berarti yang seterusnya akan mudah. Lumayan sulit baginya menghindari serangan dari empat orang sekaligus. Amanda yang paham kondisi Viktor tidak memungkinkan untuk menang, ragu-ragu ingin membantunya atau Clara. “Ma ... Mama ....” panggil Clara dengan suara terpatah. “Jangan bicara dulu, Nak! Atur napasmu dulu, mama di sini,” ucap Amanda. Mata Clara bergerak ke samping, melihat Viktor yang sedang bergelut dengan empat orang. Clara perlahan mengangkat tangannya yang masih gemetar, menunjuk Viktor. Dia berkata lirih, “Mama ... bantu saja ... paman Viktor. Di
Magbasa pa