Elena masih berdiri mematung di sisi meja setelah kepergian Adrian.Kepalanya berdenyut samar, bukan hanya karena sisa-sisa rasa sakit di tubuhnya, melainkan karena kebingungan yang mendalam atas sikap suaminya yang mendadak tidak dapat diprediksi.Tak lama kemudian, keheningan itu terusik ketika terdengar ketukan pelan dan ragu dari arah luar."Masuk," ucap Elena, memulihkan nada suaranya agar tenang.Pintu perlahan terdorong terbuka.Kepala pelayan melangkah masuk dengan kepala tertunduk dalam, lalu membungkukkan badan dengan penuh hormat di hadapan sang Duchess."Yang Mulia Duchess," sapa kepala pelayan itu dengan nada suara yang sangat berhati-hati."Ada apa lagi?" tanya Elena, matanya menyipit tipis melihat ekspresi wajah bawahannya. "Apakah ada hal lain yang tertinggal?""Duke telah memberikan perintah." Ucap kepala pelayan.Elena menghela napas pelan. "Perintah lagi?""Benar, Yang Mulia,
Read more