Jantung Yuna langsung terasa berhenti berdetak beberapa detik setelah mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Dustin. Sial. Sejak Kai Verazo muncul di acara ini, perasaan Yuna tidak pernah benar-benar tenang. Sepanjang waktu, ia terus diliputi gugup dan ketakutan kalau pria itu sewaktu-waktu akan membuat situasi di pesta ulang tahun adik Darren berubah kacau. Sekarang, tatapan semua orang perlahan mengarah pada Kai. Bahkan Darren ikut menegang sambil menatap pria itu waspada. Namun berbeda dari yang Yuna takutkan, Kai justru terlihat sangat tenang. Pria itu berdiri di samping kursi Yuna dengan satu tangan masih berada di sandaran kursi tersebut sebelum akhirnya menjawab rendah dan formal. “Saya tahu. Tapi saya memang sudah terbiasa bergerak lebih sigap untuk mempersilakan seorang wanita duduk lebih dulu.” Ucapan Kai begitu datar, elegan, bahkan terdengar sangat masuk akal, membuat Yuna langsung menghembuskan napas lega kecil dalam hati. Untungnya Kai tidak menjawab aneh
อ่านเพิ่มเติม