Yuna langsung mengernyit kecil mendengar ucapan Kai barusan. Entah kenapa, nada suara Kai terdengar terlalu yakin. Seolah pria itu benar-benar sudah melihat sesuatu yang belum Yuna sadari. Yuna merasa sedikit tidak nyaman setelah mendengar ucapannya. “Kai,” Yuna akhirnya membuka suara pelan sambil menoleh, “Anda ngomong seolah Alya itu orang jahat.” Kai mendengus pelan. “Saya tidak bilang dia jahat.” “Tapi, cara Anda ngomong tadi kayak sedang nuduh dia.” Kai tetap fokus menyetir dengan satu tangan di kemudi. Ekspresinya tenang seperti biasa, malah terlalu tenang sampai membuat Yuna semakin kesal sendiri. “Alya itu rekan saya paling dekat,” lanjut Yuna cepat. “Dia selalu baik sama saya. Dan memang … kadang dia suka kepo dan terlalu khawatir sama orang lain, tapi bukan berarti dia punya maksud buruk, Kai.” Kai diam beberapa detik sebelum akhirnya berkata rendah. “Kamu terlalu gampang percaya sama orang.” Yuna langsung mendelik kecil. “Dan Anda kayaknya terlalu cepat menilai
Read more