Gino menyadari ekspresi putranya kembali serius."Menurutmu, ini benar-benar keputusan yang baik?" tanya Gino yang jelas terlihat khawatir."Nggak." Samuel memberi tahu, "Menurutku, kembali ke sana itu ide gila. Tapi, aku harus mendukung calon istriku. Aku ingin dia bahagia. Kalau menurutnya pergi ke Enriz bisa membuatnya merasa lebih baik, aku akan tetap mendampinginya meskipun sebenarnya aku nggak setuju.""Kamu benar. Tapi, jangan terlalu khawatir. Brenda sudah nggak bisa menyakitinya lagi.""Ayah benar-benar yakin?" tanya Samuel. "Ada orang yang bahkan cuma dengan keberadaannya saja sudah bisa membuat hidup orang lain menderita.""Aku tahu," jawab Gino. "Tapi, aku juga tahu selama kamu ada di sisi Itha, kamu nggak akan biarkan sesuatu yang buruk terjadi padanya. Nak, kadang aku masih menyalahkan diriku sendiri. Kalau bukan karena aku sakit waktu itu, kamu nggak akan pernah meninggalkan Itha sendirian.""Ayah, sudahlah," potong Samuel dengan lembut. "Yang bersalah atas semua ini sud
Ler mais