Untungnya pagi itu masih sepi. Lorong asrama laki-laki, lobi dan koridor-koridor bertiang marmer di akademi masih lengang. Cuma satu dua orang, atau petugas kebersihan yang mengepel lantai pagi ini.Aku, Lysa Valerya dengan tubuh berbalut jubah tidur merah darah, lari terbirit-birit tanpa alas kaki di lantai yang dingin. Kuberlari secepat yang kubisa dari kamar seorang pria di asrama laki-laki. Sesampainya di lorong asrama wanita, segera kunaiki tangga dan masuk ke kamarku. Kukunci rapat-rapat pintu ini. Napasku terengah, dadaku kembang kempis, dan tubuhku lemas seketika. Aku terduduk bersandarkan pintu ini.Kuraupkan wajahku, berusaha menyadarkan diri dan mengumpulkan segala kewarasan dalam kepala. Mukaku memerah padam. Aku kembali teringat apa yang barusan terjadi kepadaku, apa yang barusan aku lakukan pada Aegon.
Last Updated : 2026-04-04 Read more