Keheningan di ruang kerja itu terasa lebih menyesakkan daripada riuh rendah aula kebesaran tadi. Shen Wei bisa merasakan dinginnya zirah Ya Feng merambat ke ujung jemarinya, namun tatapan pria itu jauh lebih membekukan. Jarak di antara mereka hanya sejengkal, cukup dekat untuk melihat bulu mata Ya Feng yang bergetar menahan gejolak yang tak terucap."Aku tahu apa yang kau dengar semalam," suara Shen Wei pecah, nyaris menyerupai bisikan yang penuh penyesalan. "Dinding paviliun itu... memang sengaja kubuat tipis di masa lalu. Itu adalah salah satu instrumen penyiksaanku agar para selir saling membenci satu sama lain."Ya Feng menarik lengannya perlahan, melepaskan sentuhan Shen Wei seolah tangan wanita itu adalah bara api. "Dan Anda menggunakannya dengan sangat baik, Yang Mulia. Anda menggunakan suara pengkhianatan itu untuk menghancurkan harga diri mereka—dan mungkin, secara tidak langsung, menghancurkan harga diri saya juga.""Bukan begitu, Ya Feng!" Shen Wei melangkah maju, memangka
Last Updated : 2026-05-05 Read more