Ya Feng mematung di tengah ruangan yang kini lebih mirip medan perang daripada peraduan seorang kaisar. Matanya yang tajam menyisir setiap sudut, jejak hangus di lantai, porselen yang hancur, hingga aroma amis sisik dan belerang yang masih menggantung di udara. Namun, yang paling menghancurkan pertahanannya adalah melihat Shen Wei—sosok yang diam-diam ia puja—terduduk di antara puing dengan jubah sutra yang terkoyak, memperlihatkan kulit pucat yang kini dihiasi lebam kemerahan."Kecelakaan lampu minyak tidak akan merobek pakaian Anda seperti ini, Yang Mulia," suara Ya Feng bergetar karena amarah yang ditahan. Ia melepaskan jubah kebesarannya sendiri dengan gerakan kasar dan menyampirkannya ke bahu Shen Wei, menutupi tubuh kaisar itu dari pandangan para prajurit yang mulai memenuhi ambang pintu."Kalian! Cepat panggil pelayan wanita! Bawa kain penutup dan air hangat, sekarang!" perintah Ya Feng menggelegar. Para pelayan berlarian dengan wajah pucat pasi.Di kediaman lain, Wen Yi dud
Last Updated : 2026-05-07 Read more