“Kamu nggak perlu kaget atau panik kalau tiba-tiba ada black campaign yang keluar nyerang produk kita di pasaran."Seketika itu juga, Adnan menatapku dengan wajah penuh tanya."Apa maksudmu?"Aku menyandarkan punggung ke sofa, menatapnya sungguh-sungguh."Serangan itu datangnya dari Mandala Kapital. Rifat mau bikin Solvio cacat di mata publik, supaya produk dari perusahaannya tetap mendominasi pasar."“Rifat bukan orang bodoh yang ceroboh membiarkan strategi internalnya bocor ke luar."Aku menyunggingkan senyum tipis, memutar gelas anggur di depanku."Rifat memang nggak bodoh, Adnan. Dia pakai salah satu orang kepercayaannya di Mandala Kapital untuk nyusun strategi kotor itu."Aku menjeda kalimatku, mengingat laptop belasan juta milik Kenan yang kini sudah jadi rongsokan. Ada sedikit rasa bersalah yang melintas, namun segera kutepis jauh-jauh. Demi menghancurkan Rifat, semua bidak harus rela dikorbankan."Tapi sayangnya, orang kepercayaannya itu punya sedikit hati nurani. Dia kayak ngg
Terakhir Diperbarui : 2026-05-29 Baca selengkapnya