"Maaf, Ken ..." ucapku lirih disertai gugup luar biasa.Kali ini bukan akting, tapi murni karena aku seperti maling tertangkap basah."Aku benar-benar cuma mau bantu rapiin. Map dan buku-buku itu berantakan. Lalu … nggak sengaja terbuka."Aku memasang raut malu, bersalah, dan takut. Lalu menutup map itu dan menaruhnya sembarangan.Ooh Tuhan! Kenapa aku bisa ceroboh?! Kenapa aku tidak mendengar gemericik airnya yang sudah berhenti?!Kenan masih menatapku tanpa ekspresi, seolah sedang memindai kebenaran dibalik mataku. Keheningan di antara kami terasa sangat menekan dan aku merasa sangat tidak nyaman karena kebodohanku sendiri."Itu data sensitif kantor, Dil," suaranya terdengar dingin dan sarat akan kecurigaan.Aku menundukkan kepala."Maaf. Aku salah. Aku nggak berniat lancang, Ken. Sekali lagi maaf."Aku melangkah mundur satu langkah, menciptakan jarak."Badanku mendadak nggak enak, mungkin terlalu capek di kantor. Maaf, nggak bisa nemenin makan malam."Baru dua langkah, Kenan menahan
最終更新日 : 2026-04-22 続きを読む