Alden menarik napas panjang. Tatapannya lurus ke depan, tetapi pikirannya kembali pada masa yang selama ini berusaha ia kubur dalam-dalam."Arkan baru berusia tiga tahun waktu itu," ucapnya Alden, "usia di mana seorang anak paling membutuhkan kasih sayang ibunya."Elara diam. Ia memilih menjadi pendengar yang baik, meskipun sejauh ini ia ingin menangis membayangkan Arkan yang diabaikan ibunya padahal dia sedang butuh sosok ibu."Namun sejak lahir, Melinda tidak pernah menganggap Arkan sebagai anaknya." Suara Alden mulai bergetar. "Dia tidak pernah menggendong Arkan, tidak pernah menyuapinya makan, tidak pernah menidurkannya. Bahkan ulang tahun Arkan pun dia tidak pernah ingat dan tidak pernah peduli. Arkan sampai menjadi seperti pengemis yang memohon perhatian dari ibunya."Elara menggigit bibir bawahnya mentahan tangis, Elara langsung membayangkan wajah sendu Arkan. "Semuanya saya lakukan sendiri. Mengganti popok, membuat susu, begadang saat Arkan demam, mengajarinya berjalan, bahka
Read more