Bab 16 Kebaikan yang Menyesakan"Kita pergi sekarang!" Aland berlari keluar minimarket dengan diikuti Rayyan.Dengan kecepatan tinggi, mobil yang dikendarai Aland dan Rayyan pun melaju menuju apartemen yang disebutkan Zaky. Di belakang, beberapa mobil anak buah Aland termasuk Arga pun mengikutinya. ***Usai memarkirkan mobilnya, Devan melepaskan borgol di tangan Rania. Namun bukan berarti wanita itu bebas sepenuhnya. Pasalnya, Devan hanya memindahkan borgol tersebut dari pegangan pintu ke tangan Devan sendiri. Sehingga membuat Rania dan Devan saling terikat satu sama lain."Ingat ya, Sayang. Kalau kamu teriak, kita mati bareng," ancam Devan, suaranya rendah namun tegas.Rania yang ketakutan pun hanya bisa pasrah.Devan berjalan di belakang Rania dengan posisinya yang sangat dekat. Hal itu ia lakukan untuk menutupi aksinya supaya tidak terlihat oleh orang lain. Tak berhenti, supaya aksinya tidak mengundang kecurigaan, Devan berniat menggandeng tangan Rania. Namun dengan cepat wanita
Read more