Bab 32 Dendam dan Momen yang Terganggu Setelah hampir dua hari melakukan perjalanan, Devan akhirnya sampai di satu rumah yang terletak di tengah hutan. Berada sangat jauh dari kota, tempat ia tinggal sebelumnya.Dan kedatangannya itu pun disambut oleh seseorang yang lebih dulu tinggal di sana."Selamat datang kawan baikku," ucap Roy dengan senyum semringahnya.Berbeda dengan Roy, Devan tampak tak suka dengan jalan hidupnya kali ini. "Sial! gue nggak nyangka bisa nyusul lo ke sini," umpat Devan, berjalan menghampiri teman dekatnya itu."Oo santai, Bro, santai. Di sini lo bisa ngerasain kebebasan yang sebenarnya," balas Roy, mencoba menenangkan. Wajahnya tampak semringah, memperlihatkan kenikmatan duniawi yang dirasakan. Padahal, di luar sana ia menjadi salah satu orang terjahat di dunia."Minusnya, kalau lapar ya makan yang ada. Kecuali kalau lo mau menempuh perjalanan yang udah ngabisin waktu duluan. Baru deh lo bisa makan semua yang lo mau," imbuh Roy dengan senyum lebarnya. Ia
Zuletzt aktualisiert : 2026-05-16 Mehr lesen