Bab 8 Perhatian yang tak Terduga "Astaghfirullah ...," batin Rania. Jantungnya mendadak berdegup kencang.Sedangkan Aland, ia mengatur napas dan berkata dalam hati, "Dia hanya pengantin penggantiku. Nggak lebih." ***Singkat cerita, setelah melewati perjalanan yang memakan waktu berjam-jam, dari yang awalnya suasana tenang karena alam yang masih asri hingga akhirnya mulailah terdengar suara hiruk pikuk kehidupan kota, mobil Aland sampai ke rumah."Turunlah. Aku harus pergi karena ada urusan yang ingin aku selesaikan," ujar Aland, tanpa menoleh ke arah Rania.Rania yang mendengar itu hanya mengangguk kecil. Ia tak mempermasalahkan suaminya itu akan ke mana, sebab baginya, kepulangannya saat ini justru menjadi kesempatan untuk dirinya supaya bisa segera menemui kakaknya, Rayyan."Kalau begitu, aku juga izin untuk pergi. Aku harus ke rumah Kak Rayyan karena ada hal yang mau aku sampaikan," kata Rania. Meski statusnya hanya seorang istri yang tidak diinginkan, ia merasa harus tetap memi
Last Updated : 2026-04-01 Read more