Mobil Eros berhenti tepat di depan ruko Waktu Rasa yang gelap. Ini adalah tempat Aya tinggal, sekaligus medan perangnya. Malam telah larut, dan lampu jalan yang kuning menjadi satu-satunya saksi perpisahan mereka. Di saat Eros seharusnya mengakhiri tugasnya sebagai pengantar, ia justru merasa ini adalah awal dari sesuatu yang baru, didorong oleh rasa lega dari pengakuan Aya di bab sebelumnya."Terima kasih banyak, Pak Eros. Saya benar-benar minta maaf merepotkan Anda, dan terima kasih untuk kebaikan Ibu Lilis," kata Aya, segera bersiap keluar, ingin cepat-cepat masuk dan melihat si kembar.Eros mematikan mesin. Gerakan ini sudah cukup untuk menarik perhatian Aya. Ia memutar tubuhnya menghadap Aya, nadanya tenang dan terukur, tetapi ada ketegasan baru di matanya—ketegasan seorang pria yang telah menemukan apa yang ia cari."Bu Aya, mobil Anda aman. Tapi saya belum bisa membiarkan Anda turun sekarang," kata Eros, senyum kecil menyertai nada seriusnya.Aya mengerutkan kening. "Ada apa, P
Magbasa pa