Kehamilan Aya memasuki bulan kesembilan, dan ketegangan di rumah kontrakan kecil mereka mencapai puncaknya. Dokter sudah memprediksi persalinan akan datang kapan saja, mengingat ini adalah kehamilan kembar. Aya sudah resmi mengajukan cuti panjang dari kantornya, meskipun belum memutuskan pengunduran diri secara total.Tama, meskipun lelah luar biasa karena lembur dan freelance demi mengisi tabungan persalinan, berusaha tidur lebih awal setiap malam. Ia menempatkan dua tas besar yang sudah disiapkan – satu tas berisi perlengkapan Aya, satu lagi berisi perlengkapan si kembar – di dekat pintu, siap untuk dibawa kapan saja. Setiap malam, ia tidak pernah lupa mengecek napas Aya yang tidur di sampingnya.Suatu dini hari yang dingin, sekitar pukul tiga pagi, keheningan rumah kontrakan itu pecah oleh rintihan Aya."Tam ... Tam!" panggil Aya, suaranya tercekat.Tama langsung terbangun dari tidurnya yang tidak nyenyak. "Ada apa, Sayang? Sakit?""Perutku ... sakit sekali, Tam. Bukan sepert
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-11 อ่านเพิ่มเติม