Konfrontasi brutal berakhir dengan kekalahan telak Tama. Kata-kata Aya, yang didukung oleh bukti tercetak, telah meruntuhkan semua klaim Tama tentang meeting bisnis, candaan, atau foto editan. Tama ditinggalkan sendirian di ruang tamu yang berantakan, dikelilingi oleh robekan bukti, sementara Aya pergi dengan ketenangan yang menakutkan.Setelah beberapa menit keheningan yang menyesakkan, Tama, yang kini diliputi keputusasaan, bangkit. Ia mengejar Aya keluar. Ia menemukan Aya sedang menunggu taksi di depan gerbang kontrakan."Ay! Tunggu!" teriak Tama, berjalan tergesa-gesa.Aya menoleh, matanya masih memancarkan dingin yang mematikan. Ia tidak lagi melihat Tama sebagai suami, tetapi sebagai objek yang telah selesai ia amati dan analisis."Apa lagi, Tama? Aku sudah bilang, pertemuan kita berikutnya akan formal. Aku tidak punya waktu untuk sandiwara lagi," kata Aya, memeluk dirinya erat-erat, menjaga jarak fisik dan emosional.Tama mendekat, wajahnya yang tadi pucat karena ketakuta
Última actualización : 2026-05-07 Leer más