Tama, di bawah tekanan Ajeng, mulai menyusun narasi balasan. Mereka bersekutu dalam kebohongan. "Kita harus katakan pada Bagas, bahwa malnutrisi itu hanya medical error! Anak-anak hanya sakit biasa! Dan soal Maharani, kita bilang itu perangkap yang dibuat Aya untuk memeras! Kita harus lindungi Maharani, Bu, karena uangnya sangat kita butuhkan sekarang!"Ajeng mengangguk cepat. Ia melihat Aya bukan sebagai seorang ibu, melainkan sebagai penghalang finansial yang harus disingkirkan. Di mata Ajeng, Aya adalah perampok yang berusaha mengambil harta benda yang mereka perjuangkan—melalui pekerjaan Tama.Sementara itu, Rita dan Tari, yang juga sudah menerima kabar melalui chat keluarga, memberikan reaksi yang lebih ekstrem. Mereka senang dan lega."Bagus! Akhirnya perempuan miskin itu tahu diri!" seru Ajeng, suaranya dipenuhi kemenangan. "Ini artinya dia menyingkir! Tama, kamu harus cepat urus hak asuh. Setelah ini selesai, kamu bisa menikah dengan Maharani, dan semua masalah utang kita sele
Zuletzt aktualisiert : 2026-05-17 Mehr lesen