Koridor kamar rawat inap VIP Rumah Sakit Bunda Mulia, tempat Alif dan Arif kini dirawat, seharusnya menjadi tempat yang tenang. Namun, ketenangan itu dicabik-cabik oleh suara tajam Ajeng, Ibu Tama. Tepat setelah Ajeng menarik paksa Tama keluar dari kamar, ia berbalik, menatap Aya dengan mata menyala.Tama berdiri di belakang ibunya, lemas dan takut, sementara Rita dan Tari mencoba menjaga jarak, khawatir drama ini akan menarik perhatian manajemen rumah sakit."Kamu keluar, Aya! Kita bicara sekarang!" perintah Ajeng, menunjuk ke sudut koridor, menjauh dari pintu kaca tempat perawat sedang mengawasi.Aya melangkah keluar, menutup pintu kamar rawat si kembar dengan hati-hati. Ia berdiri tegak, tangannya terlipat di depan dada. Ia tidak lagi melihat Ajeng sebagai ibu mertua yang harus ia hormati, melainkan sebagai perpanjangan tangan dari kejahatan dan kepengecutan Tama."Baik, Bu. Tapi ingat, kita di rumah sakit. Jangan membuat keributan yang mengganggu pasien lain," ujar Aya tenang
Zuletzt aktualisiert : 2026-05-12 Mehr lesen