Setelah berbulan-bulan bertahan dalam siksaan pengkhianatan yang berulang, pemotongan nafkah yang disengaja, ancaman hak asuh yang menggantung seperti pedang, dan penghinaan brutal dari Ajeng yang berulang kali menyebutnya "barang rusak", tubuh dan jiwa Aya mencapai titik terendah yang mematikan. Kondisi fisik yang parah—migrain kronis yang berdenyut, mual yang tak berkesudahan, dan anoreksia psikologis—adalah penanda yang jelas: pertahanan dirinya sudah runtuh total. Fisiknya telah menyerah, namun ironisnya, pikirannya kini mulai mengeras, beralih dari mode survival ke mode perang.Malam itu, setelah Tama pergi berkencan dengan Maharani dengan dalih "proyek rahasia" yang ia tahu adalah kebohongan kejam, Aya tidak lagi menangis. Tubuhnya terlalu lelah, matanya terasa kering dan hampa. Ia duduk terdiam di sofa lusuh, menatap keheningan kontrakan yang kini terasa asing dan dingin. Tempat yang seharusnya menjadi pelabuhan aman kini adalah panggung sandiwara kebohongan.Aya membiarkan
Última actualización : 2026-04-30 Leer más