Lintang Aksara Narendra membanting pintu mobilnya begitu keras sampai suara dentumannya menggema di area parkir hotel. Dadanya naik turun, tangannya gemetar saat mencengkeram stir lalu untuk pertama kalinya malam itu, semua emosi yang sejak tadi ia tahan pecah begitu saja. 'Brak!' Tinju kanannya menghantam stir. 'Brak!' Sekali lagi. “Anjing...” desisnya pelan dengan napas berat. Wajah Melisa Cahyani terus terbayang di kepalanya. Senyumnya, suaranya yang lembut, caranya bicara yang selalu terlihat manis dan sopan yang semua itu ternyata bohong. Selama tujuh bulan, perempuan itu hanya memanfaatkannya, memanfaatkan nama keluarganya, uangnya, popularitasnya dan yang paling membuat Lintang muak adalah fakta bahwa selama ini ia benar-benar percaya. Lintang menyandarkan kepala ke kursi. Matanya menatap kosong ke depan. Namun perlahan, di tengah kemarahan itu, muncul satu wajah lain di kepalanya. Hazel, wajah gadis itu, tangisnya dan tatapan takutnya malam itu. Lintang langsung me
Terakhir Diperbarui : 2026-05-26 Baca selengkapnya