Malam itu di dua kota berbeda, dua kehidupan berjalan dengan arah yang benar-benar bertolak belakang. Di Jakarta Hazel masih duduk diam di pinggir ranjang setelah pertengkaran tadi. Lampu kamar redup, suasana rumah tetap terasa dingin. Sedangkan di Bandung Lintang baru saja tiba di apartemennya dengan kepala yang masih penuh oleh banyak hal. Tas kerja dan beberapa map langsung ia letakkan di meja ruang tamu. Jasnya dilepas pelan, lalu tubuhnya jatuh ke sofa panjang apartemen yang biasanya terasa terlalu sunyi. Namun anehnya malam ini sunyi itu terasa berbeda. Sekarang isi kepalanya tidak lagi kosong, tatapannya perlahan jatuh ke arah ponsel di meja dan tanpa sadar sudut bibirnya naik kecil saat mengingat kejadian sepanjang hari tadi. Liana yang manyun karena dirinya telat datang ke taman, Leyan yang sibuk ngomel soal iga bakar dan Lintang kecil yang diam-diam selalu memperhatikan semuanya. Sampai suara kecil mereka yang terus memanggilnya. “Ayah.” Lintang mengembuskan napas pel
اقرأ المزيد