Malam selalu menjadi bagian paling berat bagi Lintang Aksara Narendra sejak kecelakaan itu terjadi. Siang masih bisa ia lalui dengan fisioterapi, pemeriksaan dokter, urusan perusahaan yang sesekali dibawa Levian ke rumah, atau kedatangan teman-temannya yang berisik dan memaksa suasana tetap hidup. Setidaknya semua itu cukup membantu kepalanya sibuk beberapa jam. Malam berbeda terlalu sunyi, terlalu tenang dan dalam ketenangan seperti itu, pikirannya justru berjalan ke mana-mana tanpa bisa dihentikan. Rumah besar keluarga Narendra sudah jauh lebih sepi dibanding biasanya sejak Lintang pulang dari rumah sakit. Mommy-nya berkali-kali meminta beberapa pelayan tidur lebih dekat ke kamar Lintang kalau sewaktu-waktu ia membutuhkan bantuan saat malam, terlebih kakinya masih belum stabil untuk berjalan terlalu jauh sendirian. Namun hampir setiap malam juga Lintang selalu meminta semua orang keluar dari kamarnya lebih cepat. Ia lebih memilih sendiri. Malam itu lampu kamar hanya menyala reman
Terakhir Diperbarui : 2026-06-07 Baca selengkapnya