Pagi itu, Hazel sudah bangun lebih awal seperti biasa. Matahari belum sepenuhnya menembus jendela kamar kosnya, tapi ia sudah menyiapkan tas, buku catatan, dan beberapa peralatan praktis untuk kuliah. Rambutnya dikuncir sederhana, kacamata menempel di wajahnya, dan kemeja nude oversize yang rapi dipadukan celana panjang serta sepatu snickers membuatnya siap melangkah cepat di kampus. Meski sederhana, ada aura percaya diri yang terpancar, bukan karena ingin menarik perhatian siapa pun, tapi karena ia selalu mengatur hidupnya sendiri. Sejak ayah dan ibunya meninggal lima tahun lalu, Hazel belajar untuk mandiri sepenuhnya. Setiap langkahnya terasa terencana, meski kadang spontan, terutama ketika energi dan rasa ingin tahunya muncul. Di lorong fakultas kedokteran, ia menyapa beberapa teman sekelas, membalas senyum, dan sesekali tertawa ringan saat bercakap-cakap. Namun Hazel tidak pernah terlalu lama berhenti, ia punya jadwal yang ketat. Hari ini, ia harus menghadiri kuliah anatomi, lalu
Last Updated : 2026-03-19 Read more