Kamar yang luas, dengan interior yang mewah. Cat keemasan itu menjadi saksi dua insan yang Tengah hayut oleh suasana, hingga beberapa menit keduanya menikmati sentuhan hangat, dalam hati Talia menolak. Namun, pikiran, malah terbawa arus. Jadinya antara hati dan pikiran tidak singkron. Lain, dengan Hady yang sudah tidak perduli. Dan sangat menikmati yang ada, bahkan, kalau tak ingat dengan surat kontrak, terus ingat kalau dah janji dalam hati tidak ada cinta lain selain mencintai Diana. Rasanya ingin lebih, menyalurkan has-ratnya. Tapi …. Talia tertunduk malu. Setelah beberapa saat Hady memundurkan wajahnya, suasana hening Bagai tak ada penghuni. Lanjut, Talia berbaring menutup tubuhnya dengan selimut sampai kepala. Ada rasa penyesalan kenapa harus terjadi seperti ini. “Bego, bego … kenapa harus mau sih? Aduuuuhhh, bibirku lagi-lagi dinodai. Dia lagi, dia lagi. Dasar … kenapa harus mau,” gumam Talia dalam hati, merutuki dirinya sendiri. “Kalau, gak ingat kamu sayang, aku pasti
Terakhir Diperbarui : 2026-05-01 Baca selengkapnya