Diana tersenyum tipis mendengarnya. Lalu dia menyuruh Talia untuk menunggu kepulangan Hady yang sebentar lagi pulang dari kantor, menyuruh menemani makan, menyiapkan air hangat untuk mandi, pakaiannya dan juga mengatakan apa saja yang Hady sukai dan yang tidak dia sukai. Tentunya Talia kaget, kan belum menjadi istri. Tapi harus melayaninya, kata Diana ini permulaan dan anggap saja sebagai Latihan. Celia kini hanya diam, sesekali mengernyitkan alisnya yang ditujukan pada Talia. Saat ini, Talia berdiri di kekat pintu untuk menyambut kepulangan Hady yang habis lembur, sehingga pukul 10 malam lewat baru pulang. Dari turun mobil, pandangan Hady sudah mengarah pada Talia yang berdiri di teras, kepala men7nduk seperti biasa, jarang menatap mata, dalam hati, tumben gadis itu ada dan menunggunya pulang. Ada pentingkah atau …. “Ada perlu atau …” batin Hady. Namun, sebelum melanjutkan langkahnya ke teras, ia mengecek ponselnya yang ada sebuah pesan dari sang istri. “Aduh, kenapa jantungku b
Last Updated : 2026-04-16 Read more