Blak. Pintu terbuka dengan lebar, mulut Celia menganga. Napasnya sesaat terhenti, bola matanya membulat dengan sempurna. Ke arah dalam ruangan, dimana orang yang hendak ia temui sedang .... "Oh my god, mesum," gumam Celia, dengan cepat membungkam mulutnya sendiri. Laki-laki itu tersentak kaget, gugup dan buru-buru menaikan celana panjangnya. Berbalik memunggungi Celia yang pada akhirnya berbalik juga. "Ehem," dehem laki-laki yang bernama Alfandi itu, berbalik dan menatap tajam kepada Celia yang ia anggap lancang, membuka pintu tanpa ijin. "Sorry." Marah. Iya, malu juga iya. Itu yang dirasakan Alfandi saat ini. "Kamu, lancang ya, membuka pintu tanpa ijin." "Sorry. Aku minta maaf, gak tau lagi anu, ups. Sorry," lagi Celia meminta maaf. lagi, membungkam mulutnya. Merasa tidak enak hati dan ia pun malu sendiri sih. Tapi, mau gimana lagi, dah terlanjur sih. Mundur juga percuma, semua sudah terlihat. Alfandi berdecak kesal, benar-benar marah dan berasa malu bukan main. Waj
最終更新日 : 2026-04-13 続きを読む