“Pria itu jahat sekali, semakin ke sini semakin kelihatan ‘kan. Kalau dia itu jahat,” ungkap Talia sangat geram, mengingat perlakuan pak Jul pada sang ibu. “Ibu menyesal, tapi ibu tidak mau rumah itu jadi milik bang Jul,” bu Nina berpikir keras, gimana caranya untuk mengambil harta satu-satu miliknya itu. “Itu peninggalan ayah mu, Nak.” “Ibu tenang saja, nanti kita pikirkan itu ya,” timpal Talia sambil menggenggam tangan bu Nina. Mencoba menenangkan sang ibu yang tampak kalut. Celia beralih duduk ke dekat bu Nina dan Talia. “Tante, jangan khawatir, itu pasti bisa diatur. Papa pasti bisa mengambilnya kembali,” tambah Celia memberi dukungan. Hening. Talia pun berpikir keras, gimana caranya itu rumah bisa kembali menjadi milik ibunya. Ia pun gak mau mengganggu Hady tentang masalah ini, sebisa mungkin akan ia urus sampai dapat. Lalu Talia menoleh pada Celia. Ia tidak ingin Hady tahu ataupun turun tangan. “Em, Cel. Jangan bilang sama papa mu ya, aku gak mau mengganggu dia, bia
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-26 อ่านเพิ่มเติม