"Aku penasaran, dia belum hamil, kan?"Anton menoleh, mengabaikan Syifa yang sudah naik ke mobil. Ia menatap Helena dengan saksama, mendengus kasar dan kembali menatap ke depan. "Kalaupun sudah, mudah saja, aku bersihkan jejak bajingan itu darinya nanti." ucap Anton dengan nada dingin. "Apa susahnya ngeluarin janin dari rahim?"Helena tertawa sumbang, mereka kompak menatap langkah Yaksa yang kembali ke poli rawat jalan. "Sebenci itu kamu dengan Yaksa, Ton." gumam Helena sedikit tidak terima, Yaksa adalah kecintaannya! "Pikirmu, setelah apa yang dia lakukan, aku lantas tidak boleh membencinya?" tanya Anton dengan nada kesal, "Dia mencuri Syifa-ku! Gadis yang bahkan selama 7 tahun aku biarkan dia utuh tak tersentuh!""Ah ... mulia sekali hatimu ternyata." puji Helena yang makin membuat Anton kesal. "Bukan begitu, dia yang tidak mau aku sentuh sebelum aku nikahi!" tegas Anton kemudian. Kini tawa Helena terdengar seperti ejekan di telinga Anton, ia melipat tangannya di dada, menatap
Read more