"Jadi kapan kita mulai?"Yaksa menoleh, mereka sudah dalam perjalanan ke klinik Syifa sekarang. "Kamu benar-benar serius?"Syifa menghela napas panjang, kepalanya terangguk pelan. Dengan wajah serius, hendak menunjukkan pada Yaksa bahwa dia tidak sedang main-main. "Kita udah bahas dari sebelum sampai di rumah sakit, Mas." jawab Syifa dengan mata membulat. "Kalau ternyata gagal?" ada nada getir dalam suara Yaksa. "Program lagi nanti, bukankah kemarin Mas bilang begitu?"Yaksa menarik napas panjang, ia menatap jalanan yang ada di depan. "Kamu benar-benar siap, Sayang? Serius?"Syifa menarik napas panjang, kembali menyandarkan kepala di bahu Yaksa. "Siap dong ... ayolah, optimis, Mas!"Melihat bagaimana Syifa begitu semangat, Yaksa tersenyum, kepalanya terangguk dengan satu tangan mengusap pipi Syifa dengan lembut. "Oke, kita coba, ya?" Senyum Syifa makin lebar, ia menarik diri dari bahu Yaksa, menjatuhkan kecupan di pipi Yaksa dengan lembut. "Sayang banget sama kamu, Mas. Aku s
Dernière mise à jour : 2026-04-30 Read More