Pertanyaan itu membuat wajah pak Adi mengeras, Syifa menyadari itu, ditambah kening yang refleks berkerut. Pak Adi nampak garuk-garuk kepala, ia terlihat sedang berpikir keras. "Aduh ... bapak lupa, Bu. Siapa, ya?" wajahnya menyorotkan kebingungan yang akhirnya membuat Syifa tersenyum. "Yaudah atuh, Pak. Nggak usah dibahas lagi." ucapnya lalu bangkit dari kursi. "Saya pamit masuk, Pak. Bapak cepet istirahat, ya."Syifa bergagas masuk, menutup pintu lalu kembali menapaki anak tangga menuju kamar. Sementara pak Adi, ia nampak menarik napas panjang begitu Syifa masuk ke dalam. Wajahnya berubah lega, sembari mengusap-usap dada dan menggelengkan kepala. Ia sudah diperingatkan Yaksa untuk tidak menyebut nama itu di depan Syifa dan benar prediksi bosnya itu, sang istri menanyakan perihal mantan kekasih semasa kuliah dulu. Pak Adi segera bangkit, melangkah masuk ke pos dengan sedikit tergesa. Malam ini selain takut Syifa kemana-mana, ia takut satu hal lagi ... dipaksa mengatakan siapa na
Читайте больше