Tawa Yaksa pecah, ia nampak sangat bahagia melihat bagaimana sorot dan binar mata Syifa yang disempurnakan dengan senyum penuh antusias itu. Rasanya Yaksa begitu bangga, melihat bagaimana respon Syifa atas kabar yang dia berikan barusan. "Masih dirahasiakan, Sayang. Tunggu aja nanti, ya." jawab Yaksa dengan senyum yang ikut merekah. "Hadiahnya apa nanti? Voucer liburan? Atau apa?" kejar Syifa penuh semangat. "Nggak berharap sih, dapet izin cuti full seminggu aja aku happy."Kening Syifa berkerut, ia menyimak Yaksa yang begitu serius dengan setir di tangan. "Mau ngapain cuti sampai seminggu?"Yaksa menarik napas panjang, melirik Syifa sekilas. Kembali fokus pada jalanan, mengabaikan Syifa yang masih menatapnya dengan sorot mata penasaran. "Yang serius!" pekik Syifa gemas, merasa diabaikan oleh sang suami. "Kita dari nikah belum pernah kemana-mana, tidak lupa, kan?" jawab Yaksa singkat. Mendengar itu, wajah Syifa memerah, ia mendekatkan diri, menyandarkan kepalanya di bahu Yaksa
Read more