Lamunan Yaksa buyar, ia tersentak oleh dering ponselnya. Ditatapnya layar itu sekilas, nama yang di sana membuat Yaksa menarik napas panjang dan memilih untuk menghidupkan mesin mobil daripada mengangkat panggilan itu.Juliana benar, sekeras apapun dia menolak, keputusan itu sudah bulat dan tidak bisa dibantah lagi. Kepala Yaksa seketika penuh, masih sepagi ini dan ia sudah harus dibuat tidak mood oleh rentetan teror yang tak henti masuk ke dalam ponselnya. Mendadak Yaksa sedikit risau, ia benarkan kekhawatiran Syifa tadi. Di ruang meeting nanti, Yaksa akan duduk bersama Anton dengan sejawat lain. Yang mana mereka sudah tahu masalah apa yang terjadi di antara mereka. Ada dua kubu di rumah sakit, kubu pencari muka dan posisi aman, ada di pihak Anton dan selalu menatap sinis Yaksa yang digelari predikat lelaki perebut calon istri orang. Sedangkan sebagian lagi, sebagian kecil lebih tepatnya, ada di posisi Yaksa. Tidak menghakimi Yaksa atas pernikahan yang terjadi antara dia dan Syifa.
Last Updated : 2026-05-08 Read more