Indra tidak langsung menjawab setelah panggilan itu terputus. Ponselnya masih berada di tangan, layar sudah gelap, tetapi kata-kata terakhir yang ia dengar masih terasa menggantung di kepalanya. Dina berdiri di sampingnya, menatap dengan cemas, mencoba membaca ekspresi Indra yang kini jauh lebih dalam dari sebelumnya. Suasana di sekitar mereka terasa berubah, bukan karena tempatnya, tapi karena sesuatu yang baru saja dimulai.Dina menarik napas pelan sebelum akhirnya bicara. “Mereka… tahu namamu,” ucapnya hati-hati, seolah takut menguatkan sesuatu yang seharusnya tidak perlu diucapkan. Matanya tidak lepas dari Indra, menunggu reaksi yang mungkin bisa memberinya sedikit kepastian.Indra memasukkan ponselnya ke saku tanpa tergesa. Ia menatap lurus ke depan, ke arah jalan yang mulai kosong, lalu mengangguk kecil. “Bukan cuma tahu,” jawabnya pelan. “Mereka nunggu.” Nada suaranya datar, tapi justru itu yang membuatnya terasa lebih berat.Dina menelan ludah. Ia ingin bertanya lebih jauh, ta
閱讀更多