Sarah agak terkejut dengan balasan calon kliennya ini. Namun, dia tetap memberikan senyum lembut dan sopan sebagai balasannya. “Oh, sepertinya Anda punya permintaan tersendiri,” ujar Sarah mencoba menarik percakapan kembali. “Tidak juga,” kata Mira masih dengan wajah tanpa ekspresi. Jelas sekali jika Mira tidak mau beramah-tamah dengan Sarah. “Sebenarnya itu memang yang aku inginkan pertama kali.” “Tapi kata Rogan kau punyabakat yang sangat bisa diandalkan kalau soal saham.” “Tentu saja,” balas Sarah antusias. “Itu memang keahlian saya,” Melihat Sarah percaya diri seperti itu, NIra tersenyum sinis dan berkata, “Aku mendengar kabar jika temanku hampir bangkrut. Sebagai teman, bukankah` aku harus menolongnya?” “Aku ingin menyuntikkan dana padanya. Namun, kau harus memastikan bahwa aku mendapatkan keuntungan yang kayak. Kalau bisa, lebih dari apa yang aku harapkan.” “Apa kau bisa?” Sarah masih mempertahankan senyumnya meski sangat sulit dirinya untuk menahan diri agar tidak melemp
Read more