"Waduh, lupakan saja banyolan konyol soal getaran pot bunga gantung dan jaring titanium seberat seratus ton yang sangat tidak masuk akal itu, sekarang fokus jantan Mas Madun bener-bener cuma mau menyeduh sepasang cangkir kopi hitam hangat ini biar mata kita melek fajar ini tanpa perlu dikotori hawa nafsu birahi liar setelan pabrik, cyiiinnn!" seru Madun bernapas lega sedalam-dalamnya sambil melangkah menuju meja kecil di sudut teras, meresapi kembali getaran asmara suci yang murni, adem, dan tulus setelah kepalanya sempat pening memikirkan rupa-rupa gangguan gaib kiriman dari pemilik warung remang-remang lintas kelurahan fajar ini. Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas and hidung mancung langsung menegakkan punggung tegapnya yang kekar sekuat tiang beton pasar demi menjaga ketertiban sirkulasi udara kamar bungalow.Madun langsung memajukan langkah tegapnya untuk menuangkan air panas dari termos plastik, membiarkan tubuh sawo matangnya yang tinggi tegap dengan susunan
Read more