Pukul 10.00 pagi menjelang siang. Sinar matahari di kawasan Menteng terpancar terik, menyinari halaman luar RM Jagoan Rasa yang mulai dipadati oleh hiruk-pikuk aktivitas siang hari. Namun, di dalam keheningan kamar utama berlantai kayu jati tua, waktu seolah berjalan dengan ritme kenikmatannya sendiri.Setelah rentetan sedotan mantab dan hantaman brutal yang menguras seluruh tenaga beberapa saat lalu, Vanesha dan Madun terbaring dalam jalinan pelukan kelelahan di atas seprai satin hitam yang basah oleh peluh dan sisa cairan. Suasana kamar terasa sangat senyap, diisi hanya oleh deru napas berat kedua insan yang mulai teratur.Madun memejamkan matanya, menikmati sisa-sisa kehangatan yang mengalir di sekujur tubuhnya berkat suplai jamu rawa lele. Ia mengira sesi pagi yang melelahkan itu telah usai sepenuhnya. Namun, ia lupa dengan siapa ia berpasangan—Vanesha, istri sah sang jagoan desa, menyimpan sejuta keusilan nakal di balik tatapan sayunya.Sembari berbaring miring menghadap suam
Read more