Pukul 20.30 malam. Riuh rendah suara tawa pengunjung, alunan musik dangdut koplo dari panggung utama, dan aroma sedap makanan kaki lima masih memenuhi udara di area lapangan terbuka pusat kecamatan Menteng. Setelah sukses memborong boneka beruang raksasa dari stan lempar gelang, Madun dan Vanesha terus melangkah berdampingan menikmati suasana pasar malam yang semakin malam semakin padat.Di sudut paling gelap dari area lapangan, berdirilah sebuah wahana permainan yang paling mencolok dan mengundang rasa penasaran: Rumah Hantu Pasar Malam.Bangunan sementara itu terbuat dari papan triplek tua yang dicat hitam legam, dihiasi gambar-gambar seram seperti sundel bolong, pocong bermata merah, dan kelelawar raksasa. Dari dalam bangunan beratap terpal kain itu terdengar samar-samar suara jeritan histeris pengunjung, suara rintihan gaib dari pelantang suara berkarat, serta embusan angin buatan yang berbau debu dan kemenyan.Vanesha, yang sedari tadi asyik menenteng boneka beruang hadiah su
Read more