"Mariana... Dengarkan Ayah!" titah Godwin dengan tegas. Suaranya memecah keheningan, namun tatapan matanya justru berlawanan. Lembut, hampir memohon. "Mungkin awalnya Yang Mulia Duke memang tidak bisa menerima jika anak kalian adalah perempuan. Tapi..."Ia bangkit berdiri perlahan, gerakannya terasa berat, seolah setiap kata yang akan keluar darinya harus ditopang dengan keyakinan. Tangannya terangkat, lalu menunjuk dirinya sendiri, menegaskan keberadaannya di hadapan Mariana."Sama seperti Ayah. Pada akhirnya, seorang Ayah akan tetap menyayangi anak-anak mereka."Godwin kembali menatapnya, kali ini lebih dalam, lebih tajam, seakan berusaha menembus seluruh keraguan yang bersembunyi di hati putrinya."Bukankah Ayah selama ini sangat menyayangimu, Mariana? Kau tahu betapa besar rasa sayang Ayah padamu, Nak? Ayo jawab Ayah!"Tidak ada jawaban.Mariana terdiam, tubuhnya kaku seperti kehilangan kendali. Bibirnya sedikit terbuka, teta
Baca selengkapnya