Elyana dan Magnus saling bertatapan. Udara di antara mereka terasa menegang.'Ayah akan ikut bersama kami?' batin Elyana. Dadanya terasa sesak. 'Itu artinya... Kami benar-benar akan diawasi.'Bayangan kemungkinan terburuk langsung bermunculan di benaknya. Setiap gerakan, setiap kata, setiap ekspresi, tidak ada lagi ruang untuk kesalahan."Bagaimana sekarang?" tanya Magnus, suaranya rendah, namun tegas. Tatapannya yang biasanya santai kini berubah lebih keras, lebih tajam, seolah ia juga menyadari bahwa satu langkah salah saja bisa menghancurkan segalanya."Mau tidak mau... Kita harus melakukannya," jawab Elyana dengan ragu. Suaranya terdengar lebih pelan dari biasanya, seperti seseorang yang sedang memaksa dirinya sendiri untuk tetap berdiri di tengah badai. "Tapi..."Elyana menunduk. Jemarinya saling mencengkeram tanpa sadar. Rasa bersalah itu datang lagi, menekan dadanya dengan kuat. "Aku jadi merasa tidak enak karena menyeretmu ke dalam masalah ini.""Aku akan melakukannya!" ucap M
Last Updated : 2026-03-24 Read more