"Baiklah, aku pamit undur diri." Edward berjalan meninggalkan Magnus di kamarnya.Pintu tertutup perlahan di belakangnya, menyisakan keheningan yang terasa lebih berat daripada sebelumnya. Edward tidak langsung mempercepat langkahnya.Dia berjalan ke arah lorong, hendak kembali turun ke ruang dansa. Di mezzanine, dia menunduk, menatap Elyana yang masih terus berdansa dengan Leon.Dari ketinggian, pemandangan ruang dansa terbentang luas. Lampu-lampu gantung berkilauan, musik mengalun lembut, dan pasangan-pasangan bangsawan berputar anggun di lantai dansa. Namun di tengah kemegahan itu, perhatian Edward hanya terfokus pada satu titik.Elyana.Elyana menyadari kehadiran Edward. Dia segera mengangkat wajahnya, tersenyum kepada Edward.Senyum itu terlihat indah, anggun, seperti yang diharapkan dari seorang bangsawan. Namun bagi Edward, ada sesuatu yang terasa tidak utuh di sana. Sesuatu yang terlalu dipaksakan.Leon yang melihat gerakan Elyana, langsung menoleh ke arah yang sama, menatap k
Baca selengkapnya