Di ruang makan yang luas dan megah, suasana terasa jauh lebih tenang dibandingkan saat sarapan pagi. Cahaya matahari siang masuk melalui jendela-jendela tinggi, memantulkan kilau lembut pada peralatan makan perak yang tersusun rapi. Aroma hidangan hangat memenuhi udara, namun ketenangan itu terasa ganjil, seolah hanya permukaan tipis yang menutupi sesuatu yang jauh lebih keruh di bawahnya.Para bangsawan duduk di tempat masing-masing, menjaga sikap dengan elegan. Percakapan terdengar pelan, nyaris seperti bisikan yang sengaja ditahan. Tidak ada keributan, tidak ada benturan suara, tetapi justru itulah yang membuat suasana terasa menekan."Suasana sekarang sudah lebih tenang, ya!" ucap Theryssia, memecah keheningan. Suaranya ringan, namun cukup jelas untuk menarik perhatian beberapa orang di meja makan."Tentu saja, Yang Mulia Duchess... Karena calon duchess wilayah Utara telah mengerti posisinya sebagai seorang tunangan yang patuh," lanjut Lyrielle dengan
Baca selengkapnya