Saat kata-kata itu sampai ke telingaku, jantungku seolah berhenti berdetak selama beberapa detik.Aku segera membekap mulutku sendiri, sekuat tenaga menahan air mata agar tidak tumpah, dan terus mendengarkan dalam diam."Padahal itu cuma kalung bonusan, tapi gara-gara Kak Gading bohong dan bilang itu kalung pusaka keluarga, si Sekar bela-belain nyari di tengah badai hujan sampai lima jam. Gila ya, niat banget tuh cewek!""Ini sudah yang ke-97 kalinya, 'kan? Kurang dua kali lagi dikerjain, Kak Gading bisa ninggalin dia, terus jadian deh sama Manda. Bonusnya, kakaknya Sekar juga hancur sekalian. Sekali dayung dua pulau terlampaui, memang Kak Gading paling jago!""Dia pasti nggak bakal nyangka kalau mulai dari dia yang batal kuliah ke luar negeri, atap yang ambruk pas dia konser piano, sampai gaunnya yang robek waktu pesta. Itu semua ulah kita! Hahaha!"Mendengar pengakuan utuh itu, duniaku terasa runtuh. Hatiku benar-benar mati.Gading Bramantyo adalah musuh bebuyutan kakakku, Angger Dan
Read More