ログインDemi menemukan kalung pusaka keluarga kekasihku, aku rela bertahan di tengah demam 40 derajat celcius, merangkak di tengah hujan selama lima jam penuh. Dengan sisa tenaga yang ada, aku berniat segera pulang untuk beristirahat setelah berhasil menemukannya. Namun, karena khawatir pada kekasihku, aku kembali lagi. Akan tetapi, pemandangan di depan mataku menghancurkan segalanya. Aku melihat kekasihku membuang kalung itu ke tempat sampah dengan santai, lalu tertawa terbahak-bahak bersama teman-temannya. "Kak Gading keren! Demi membalas dendam pada kakaknya Sekar Danantya, kamu sampai tega menyiksa adiknya seperti itu. Kalau kakaknya tahu, dia pasti bakal mati saking marahnya!" "Sekar itu juga bego banget sih, sudah dikerjain 90 kali lebih masih saja nempel kayak perangko. Dia nggak sadar apa, kalau cuma Manda Hapsari yang ada di hati Kak Gading?" "Lagian salah kakaknya Sekar sendiri sih, cari gara-gara sama Gading Bramantyo. Tunggu saja sampai genap 99 kali. Begitu video-video ini dikirim ke kakaknya, wah, fiks bakal kena mental tuh orang!"
もっと見る"Terima kasih karena sudah membantuku bertemu dengan guru ini. Tapi, Gading, aku sudah nggak mencintaimu lagi. Kalau saja kamu nggak menemukanku di sini, aku berencana buat nggak pernah menemuimu lagi seumur hidupku."Bibir Gading perlahan berubah pucat pasi."Sekar ….""Jadi, aku sangat berharap kamu nggak datang lagi untuk mengganggu hidupku, Gading."Setelah sekian lama, untuk pertama kalinya aku berbicara dengan Gading dengan penuh kesungguhan.Hanya kalimat inilah yang benar-benar keluar dari lubuk hatiku yang paling dalam.Gading tampak mematung di tempatnya. Tak lama kemudian, dia memaksakan sebuah senyum pahit, lalu hanya bisa melepas kepergianku dengan tatapannya.Keesokan harinya, dia memutuskan untuk pulang ke negaranya. Di hari yang sama, dia mengutus seseorang untuk mengantarkan sebuah kalung berlian.Itu adalah janji yang pernah dia ucapkan dulu. Dia berjanji akan merancang sendiri sebuah kalung berlian khusus untukku.Aku tidak menerimanya. Sebaliknya, aku mendonasikan k
Aku menatapnya dengan dingin."Bagaimana kamu bisa menemukanku?""Nama samaranmu."Gading menoleh, menatap salah satu lukisanku. "Nama ini, kamu pernah memberitahukannya kepadaku."Aku tertegun sejenak. Bahkan aku sendiri tidak menyadari detail sekecil itu. Aku hanya pernah menyebutkan nama itu sekali kepada Gading, tak kusangka dia bisa menggunakannya sebagai petunjuk untuk melacakku sampai ke sini."Anak itu ... apa dia masih ada? Kalau jasad itu palsu, berarti anak itu juga ...."Gading menatapku dengan binar bahagia di wajahnya, tersirat harapan besar di sana."Anak itu palsu. Itu cuma akal-akalanku buat mempermainkanmu, Gading. Kamu sudah mempermainkanku berkali-kali, jadi nggak berlebihan 'kan kalau aku membalasmu sekali saja?"Wajah Gading seketika berubah pucat pasi. Dia teringat kembali bagaimana dia dan teman-temannya dulu merendahkanku, mempermainkanku, dan menjadikanku sekadar alat untuk membalas dendam."Aku sudah membuat mereka semua membayar harganya, Sekar. Kalau kamu m
Kejadian ini menjadi sangat viral. Banyak orang yang merekam videonya dan mengunggahnya ke internet.Dalam video itu, Manda tampak terus-menerus menangis di sampingnya.Teman-temannya tetap seperti biasa, masih saja merendahkanku."Sekar mati, ya, sudah mati saja, sih. Justru bagus, 'kan? Kamu jadi bisa bebas sama Manda. Dia mati itu karena nasibnya yang malang, bukan salah kita."Gading mendadak mendongak, matanya merah padam karena amarah. Dia langsung melayangkan satu pukulan keras tepat ke wajah orang yang baru saja bicara itu.Dia memukuli orang itu dengan membabi buta, seolah-olah tidak akan berhenti sampai lawannya mati."Kamu pikir kamu siapa, berani-beraninya menghina dia! Dia adalah calon istriku dan di dalam perutnya ada anakku!"Saat menyebutkan anak itu, tatapan mata Gading seketika berubah menjadi kosong dan linglung.Seolah-olah dia sedang meratapi kebahagiaan yang telah dia buang dengan tangannya sendiri.Manda melangkah maju dengan sangat hati-hati, mencoba meraih tang
Keesokan paginya, Gading mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju gedung tua itu.Entah kenapa, hatinya diliputi perasaan gelisah yang tak beralasan. Sementara itu, Manda dan teman-temannya duduk dengan santai di kursi belakang tanpa beban sedikit pun.Mereka bercanda dan tertawa, tidak sabar ingin melihat betapa malang dan hancurnya aku nanti."Gading, kenapa kamu tegang begitu? Dia nggak bakal mati juga, 'kan? Hari ini akhirnya kamu bisa jujur dan mutusin Sekar, harusnya kamu senang dong."Manda tersenyum malu-malu. "Kalau dipikir-pikir, hari ini seharusnya jadi hari pertama aku dan Gading resmi jadian.""Video dari misi pertama sampai ke-99 sudah aku rapikan semua. Tinggal tunggu waktu yang pas buat dikirim ke kakaknya Sekar hari ini, haha! Membayangkan adik kesayangannya kita kerjain habis-habisan begitu, rasanya puas banget!"Mereka segera sampai di lokasi gedung tua itu, tetapi suasananya sama sekali tidak sesunyi yang mereka bayangkan.Gedung yang kemarin masih berdi






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.