Sudut Pandang Karina.Suamiku, Sang Bos Besar Mafia, telah mengabaikanku selama sepuluh tahun. Tanpa kusadari, aku telah menjadi istri tak berharga yang hanya tinggal di rumah dan mengerjakan urusan rumah tangga, sementara suamiku selalu mengajak sekretarisnya ke setiap acara, dan memperkenalkannya seolah-olah wanita itu setara dengannya.Tahun ini, pada malam ulang tahun pernikahan kami yang kesepuluh, sebuah gaun dan kalung yang memukau dikirim ke rumah. Aku berpikir Arya akhirnya ingat momen itu. Mungkin tahun ini, dia akan mengajakku ke pesta tahunan para bos mafia dan memperkenalkanku sebagai istrinya.Aku pun mencoba gaun itu, walaupun agak sempit, tapi aku tidak peduli. Aku sangat bahagia.Tapi saat Arya pulang, suaranya menggelegar seperti cambuk yang dilecutkan di ruangan itu. “Gaun itu bukan untukmu!”Senyumku membeku. “Lalu … ini punya siapa?”Arya menghela napas, nada suaranya seperti menahan kesal dan amarah. “Itu untuk Vina. Ya Tuhan, apa kau bisa sekali saja nggak membua
Read More