Short
Kebangkitan Dokter Karina di Tanah Afrika

Kebangkitan Dokter Karina di Tanah Afrika

Oleh:  KarenWTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
11Bab
3Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Sebelum menyadari semuanya, aku telah menjadi istri tak berharga yang berdiri di samping suamiku, Arya Sudiro, yang merupakan seorang bos mafia. Seorang ibu rumah tangga yang tenggelam dalam urusan rumah, sementara suamiku bermain-main dengan sekretarisnya sendiri, Vina, yang umurnya sepuluh tahun lebih muda dariku. “Dia itu pintar,” kata Arya suatu kali. “Dia tahu bagaimana cara membantuku.” Malam itu adalah ulang tahun pernikahan kami yang kesepuluh. Aku melihat sebuah gaun mewah rancangan desainer dan kalung yang diletakkan di ruang tamu. Untuk sesaat, aku merasa sangat bahagia. Aku mengira Arya akhirnya memutuskan untuk mengajakku ke pertemuan para bos mafia tahunan dan memperkenalkanku sebagai istrinya. Tapi ternyata gaun dan perhiasan itu untuk Vina. Malam itu, aku juga memergoki Arya sedang menyelinap masuk rumah bersama Vina. Keduanya tampak mabuk, mereka saling bermesraan seolah tidak ada siapapun di rumah itu. Aku pun menelepon seseorang. “Saya bersedia bergabung dengan program Dokter Lintas Batas. Saya akan pergi ke sana.” Sebelum menikah dengan Arya, aku sudah memiliki masa depan gemilang di bidang kedokteran. Tetapi, aku memutuskan untuk melepaskan semuanya demi pria itu. Dan, sekarang? Sudah saatnya untuk kembali memikirkan diri sendiri dan meninggalkan semua yang sebenarnya tidak pernah menjadi milikku.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Sudut Pandang Karina.

Suamiku, Sang Bos Besar Mafia, telah mengabaikanku selama sepuluh tahun. Tanpa kusadari, aku telah menjadi istri tak berharga yang hanya tinggal di rumah dan mengerjakan urusan rumah tangga, sementara suamiku selalu mengajak sekretarisnya ke setiap acara, dan memperkenalkannya seolah-olah wanita itu setara dengannya.

Tahun ini, pada malam ulang tahun pernikahan kami yang kesepuluh, sebuah gaun dan kalung yang memukau dikirim ke rumah. Aku berpikir Arya akhirnya ingat momen itu. Mungkin tahun ini, dia akan mengajakku ke pesta tahunan para bos mafia dan memperkenalkanku sebagai istrinya.

Aku pun mencoba gaun itu, walaupun agak sempit, tapi aku tidak peduli. Aku sangat bahagia.

Tapi saat Arya pulang, suaranya menggelegar seperti cambuk yang dilecutkan di ruangan itu. “Gaun itu bukan untukmu!”

Senyumku membeku. “Lalu … ini punya siapa?”

Arya menghela napas, nada suaranya seperti menahan kesal dan amarah. “Itu untuk Vina. Ya Tuhan, apa kau bisa sekali saja nggak membuat drama di rumah ini?”

Tenggorokanku terasa kering. Aku bahkan tidak melakukan apa pun, aku hanya ....

“Aku sudah menyuruh penjahit mengerjakannya selama berminggu-minggu. Sekarang lihat, tubuhmu yang melar itu malah meregangkan jahitannya. Aku bahkan sudah nggak bisa berikan gaun ini lagi sebagai hadiah untuknya. Bagaimana aku bisa membawanya ke pesta dansa tahunan besok?”

Aku menunduk. Gaun itu masih melekat dengan canggung di tubuhku. Awalnya kupikir mungkin ada kesalahan ukuran. Tetapi tidak, ternyata kesalahannya adalah aku sendiri.

“Maaf,” bisikku sambil menunduk seperti anak yang sedang dimarahi. “Kupikir … itu hadiah ulang tahun pernikahan kita.”

Dia tertawa dingin, tanpa humor. “Hadiah? Kenapa aku harus memberimu hadiah? Apa yang sudah kau lakukan sampai pantas mendapatkan gaun itu? Kau tuh cuma bisa mengepel lantai dan mencuci pakaian.”

Kata-katanya menghantamku lebih keras daripada kepalan tangan.

Untuk sesaat, aku hanya menatap suamiku yang masih tampak sama persis seperti hari kami menikah. Rahang yang tajam, sorot mata dingin, dan selalu terkendali. Namun, sorot mata itu tidak lagi menyimpan cinta.

Aku adalah siswa terbaik di kelas sebelum menikah dengan Arya. Seorang mahasiswi dengan masa depan yang menjanjikan di bidang kedokteran. Profesorku bahkan telah mengatur agar aku bisa belajar di bawah bimbingan salah satu ahli bedah paling terkenal di negara ini, dengan syarat aku bersedia pindah ke Eropa.

Tapi Arya melamarku.

Dia memohon agar aku tidak pergi, dan mengatakan bahwa dia tidak bisa membayangkan hidupnya akan seperti apa jika tanpaku. Bahwa dia ingin kami membangun masa depan bersama. Bahwa yang dibutuhkan hanyalah satu pengorbanan kecil, demi keluarga kami.

Saat itu, aku terlalu naif dan memercayainya. Aku tetap tinggal dan melepaskan semua yang telah kuperjuangkan.

“Kau akan menjadi istri seorang bos mafia,” janjinya. “Satu-satunya.”

Jadi, ketika dia memintaku untuk melayani di rumah saja. “Hanya sementara,” katanya.

Aku kembali menyetujuinya.

Aku tinggal di rumah, menyiapkan segala kebutuhannya, menjaga rumah tetap bersih, memasak dan memberinya seorang putra. Seorang putra yang cerdas dan menawan, tipe anak laki-laki yang seharusnya dibanggakan oleh setiap ayah.

Tetapi, apakah aku diperkenalkan sebagai istrinya? Tidak pernah.

Tidak pernah sekali pun dia mengajakku ke pesta-pesta itu. Kami bahkan tidak pernah keluar bersama di depan umum.

Ketika aku bertanya pada Arya, dia selalu menyuruhku menunggu ... saat yang tepat. Menunggu sampai dia mencapai posisi yang lebih tinggi. Menunggu sampai dunia bisa melihatku seperti yang dia inginkan.

Jadi sekali lagi, aku memercayainya dan terus menunggu.

Namun, di sinilah aku sekarang. Sepuluh tahun kemudian, aku sudah tak lagi berharga, hanya menjadi seorang pembantu di rumahku sendiri. Bahkan, aku dianggap tidak layak mendapatkan hadiah di hari jadi pernikahan kami.

Sejak kapan pria yang mengatakan akan mencintaiku selamanya itu berhenti mencintaiku?

“Arya,” kataku pelan, berusaha agar suaraku tidak bergetar. “Malam ini ulang tahun pernikahan kita yang kesepuluh ....”

Dia bahkan tidak menatapku ketika menjawab, “Karena itu, aku berharap kau sudah lebih dewasa sekarang. Bukannya aku sudah pernah bilang, menikah denganku berarti mendukung semua yang kulakukan? Aku sudah cukup stres di luar sana, dan nggak butuh stres lain di rumahku juga.”

Dia akhirnya menoleh, tatapannya tajam. “Seandainya saja kau bisa lebih seperti Vina, membantuku, atau setidaknya membuatku terlihat baik di depan para bos lainnya. Bukannya jadi seperti beban yang kikuk, membuat segalanya lebih sulit.”

Aku berdiri tegak. Tanganku gemetar, tapi aku tidak mundur.

“Aku sudah membantu, Arya. Kau bilang jangan pekerjakan pembantu. Kau bilang terlalu berbahaya membiarkan orang luar mendekati bisnismu. Jadi, aku yang urus semuanya di rumah. Aku mencuci ....”

Rahang Arya menegang. Kekesalannya memuncak, panas dan tajam.

“Tapi, maksudku bukan menjadi gemuk dan berpakaian seperti nenek-nenek!” bentaknya. “Lihat dirimu. Apa kau masih bisa mengenali dirimu sendiri di cermin? Apa kau benar-benar berpikir aku bisa mengajakmu keluar dan memperkenalkanmu sebagai istriku?”

Dia tertawa getir, matanya menatapku seolah aku sesuatu yang menjijikan.

“Mereka pasti akan mengejek kita berdua,” katanya dingin. “Aku nggak akan membiarkanmu mempermalukan nama Keluarga Sudiro.”
Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
11 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status